Sabtu, 15 Agustus 2015


 LOVE IN THE CUP

     (2013 Belum diedit
     Di kampus, Kevin mendapat teman baru bernama Nathan. Mereka semakin akrap karena sama-sama anak tunggal dan hoby nonton anime. Sebelumnya di SMK, Kevin disukai oleh adik kelasnya bernama Lenny. Hanya setahun mereka akrap karena Kevin telah lulus.
Pertemuan Nathan dengan Michi sama sekali tidak diketahui oleh Kevin. Sebelumnya, Kevin pernah menceritakan gadis yang sangat ia cintai tapi tidak akan diperkenalkan kepada Nathan sampai gadis itu menerima cinta Kevin. 
Diam-diam Nathan mulai menyukai Michi. Padahal mereka bertemu hanya terkadang dan tanpa sengaja di Kafe Purple.  Rasa itu muncul setelah empat bulan mereka akrap. Michi bukan tipe cewek yang maniak SMS-an atau telphon-an, sebab itu mereka berhubungun via chatting. Itu pun jika Nathan beruntung bisa bertemu Michi sedang online.
Michi adalah cewek yang disiplin dengan waktu tapi dia selalu menikmati waktu istirahatnya dengan benar-benar santai.
Saking sukanya dengan Michi, Nathan menghafal waktu-waktu yang sering Michi gunakan untuk santai di Kafe Purple dan waktu luang untuk online. Selain sibuk belajar pelajaran sekolah, Michi disibukkaan dengan les bahasa Jepang-Inggis, les piano, belajar membuat komik, dll. Begitu sibuknya Michi tak membuatnya kesepian karena dia ramah dan selalu menyapa teman-temannya walau hanya melalui pesan FB. Michi punya banyak teman.
   Tepat enam bulan Nathan mengenal Michi lebih akrap, ia ingin memperkenalan Michi kepada Kevin. Michi yang tak tahu apa-apa, senang bertemu Kevin. (Michi sahabat Lenny dan sama-sama adik kelas Kevin di SMK). Nathan baru tahu jika ternyata Kevin dan Michi sudah saling mengenal, tapi Nathan tidak tahu bahwa Michi adalah gadis yang sedang diperjuangkan Kevin. Anggap saja tidak terjadi apa-apa, Kevin bersikap santai.
  Selang sehari kejadian mengejutkan itu, kevin menerangkan kepada Nathan bahwa Michi adalah gadis yang ingin Kevin kenalkan kepadanya suatu saat nanti. Nathan cukup terkejut, tapi Kevin tak memaksa Nathan menjauhi Michi. Justru Kevin mengajak Nathan bersaing murni mendapatkan hati Mchi alias cinta Michiko.
Cinta yang rumit … 
Kevin VS Nathan mencintai Michi. Sedangkan Kevin dicintai Lenny (sahabat Michi) dan Nathan dicintai Lea ( sahabat Nathan saat SMP lalu bertemu kembali di kampus). Michi sendiri menyukai kakak kelasnya yang asli cowok Jepang, Hiroshi. Ceritanya jadi kejar-kejaran dan seru deh… 
Lebih seru lagi, kakak kelas yang Michi sukai menyatakan cinta kepadanya sebelum Kevin VS Nathan mengungkapkan perasaan mereka kepada Michi.
Huh! Leganya Kevin dan Nathan tahu Michi belum bisa menerima cinta dari Hiroshi, karena dia  masih ingin menikmati kesibukan yang sedang ia jalani. Lega tidak berarti leyeh-leyeh alias santai dengan cowok Jepang itu. Cemburu membara pada Kevin VS Nathan, saat Hiroshi semakin dekat dengan Michi dan mereka tahu Michi juga menyukainya.
Kevin berusaha mengerahkan perhatiannya kepada Michi, sebab itu Lenny terbakar cemburu dan semakin menjauhi Michi. Michi yang polos tetap bersika biasa kepada Lenny karena ia menganggap Kevin seperti kakaknya sendiri. (Yusuo, kakak Michi yang sekolah di Jepang sejak Michi kelas 2 SMP, sudah 4 tahun). Lea pun demikian cemburu buta sampai ia nekat  mencelakai Michi demi menjauhkannya dari Nathan.
Hah! Kasian Michi… Karena keempat temannya (Kevin, Nathan, Lenny dan Lea), segala aktivitasnya terganggu dan kacau. Ia sempat emosi karena tak tahan menghadapinya, namun ada Hiroshi yang selalu menyemangati Michi. 
“Fighting Michiko!! Fighting!!”
[Siapakah yang akan dipilih Michiko antara Kevin / Nathan / Hiroshi ???]
“Entah kenapa ini bisa terjadi ?!! Sekian lama aku mengagumi Michi, akhirnya aku belum bisa mengungkapkannya. Tapi aku harus mengungkapkan! Setidanya Princess Snow White, tahu aku menyukainya. Tidak ku sangka, kalau ada temanku yang jatuh cinta padanya. Haruskankah aku tetap bersaing atau merelakannya?? Ayah.. ibu.. Kevin cinta Michiko..”, Kevin termenung sendiri di kamarnya.
“Huh! Kenapa harus Michi yang diperjuangkan Kevin? Kenapa Kevin teman baikku? Oh Tuhan, aku benar-benar menyukai Michiko. Nathan cinta Michiko!!! Princess Yuki yang membuatku jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Oh Tuhan, pantaskah aku merebut Michi dari Kevin? Tapi, Kevin sudah deal bersaing denganku. Kenapa juga ada orang Jepang itu? Mama.. papa.. Nathan mencintai Michi..!”, Nathan bicara sendiri di ruang tamu.
  Michi menyendiri di kamar. Ayah baru pulang pukul 19:00. Ibu menyuruh Michi untuk makan malam, tapi ia tidak mau keluar dari kamar.
“Michi, ayo makan !?”, ajak ibu duduk di ranjang.
“Tidak mau, bu”, jawab Michi malas-malasan.
“Ayah sudah pulang, kau tidak rindu ayah?”
“Tentu saja rindu, tapi Michi malas keluar”
“Baiklah. Kalau lapar, keluar ya putri ibu?”
Michi menarik lengan baju ibu ketika ibu berdiri dari ranjang.
“Ada apa sayang?”, tanya ibu kembali duduk.
“Kapan kakak pulang?”, tanya Michi tanpa ekspresi.
“Bukankah Michi sering chatting dengan kakak?”
“Kakak tidak pernah menjawab kapan akan pulang. Sangat terasa, sudah dua tahun kakak tidak pulang. Aku ingin nonton anime lagi bersama kakak”, ungkap Michi dengan raut galau.
“Mm.. besok waktunya santai kan? Kita nonton bersama, bagaimana?”
“Ibu, Michi ingin curhat”, bisik Michi di telinga ibu.
Ibu tersenyum tipis dan terlihat manis.
“Mau curhat apa?”, tanya ibu mendengarkan.
“Jika ibu mencintai seseorang, tapi ibu cinta seseorang. Ibu akan memilih siapa diantara keduanya?”
“Ibu memilih dicintai seseorang”, jawab ibu tanpa berpikir.
“Kalau seseorang yang ibu cintai juga mencintai ibu, bagaimana?”
“Ibu tidak akan memilihnya. Apa putri ibu sedang jatuh cinta?”, tanya ibu penasaran.
“Iya, bu”, jawab Michi lengah. “Ah, maksudku bukan aku yang jatuh cinta. Tapi aku.. Ah, bukan begitu maksudnya!”, Michi salting.
Ibu menyatukan kedua alisnya. “Kenapa jadi salting begitu?”
Michi tak bisa menjawab. Ayah mengetuk pintu. Ibu beranjak membukakan pintu untuk ayah. Michi pun berdiri dan beranjak memeluk ayahnya yang baru pulang bekerja dari luar kota (Ayah hanya pulang di akhir pekan).
“Yuki, ini ayah bawa oleh-oleh untukmu”, kata ayah sambil memberikan tas kertas kecil kepada Michi.
Michi melihat isinya. “Buku note dan flashdisk?”
Sebelum Michi bertanya, ayah menjelaskan dua barang di tangan Michi.
“Itu kiriman dari kakakmu. Kemarin di kantor ada pesanan dari Jepang, kebetulan ayah pesan sesuatu sama kakakmu. Ternyata ada titipan untukmu”
Michi membuka dan membaca note-nya.
“Isinya apa sayang?”, tanya ibu penasaran.
“Ini judul-judul anime dan daftar lagu Korea-Jepang-Mandarin.”
“Mungkin itu isi flashdisknya”, duga ayah. 
Michi berlari ke ruang santai untuk mengecek isi flashdisknya dengan laptop. Ayah dan ibu menyusul.
Michi mengambil camilan dan air putih dengan tekonya di dapur. Ia kembali untuk nonton anime dari kakaknya.
“Ayah, ibu, nonton anime sekarang ya?’, pinta Michi.
“Ayah baru pulang, mau istirahat dulu”, ujar ibu.
“Tidak, ayah mau nonton saja. Ayah buatkan kopi dulu ya?”, kata ayah beranjak ke dapur.
“Asyik! Ayo, ibu sini!”, ajak Michi siap di depan layar monitor TV.
Ibu duduk di samping kiri Michi. Sementara ayah membuat cappocinno untuk nonton anime.
“Ayah kembali! Ini cappocinno untuk ibu, ayah dan Michi”, kata ayah lalu duduk di samping kanan Michi.
Michi memperhatikan ayah memberikan kopinya untuk ibu.
“So sweet!”, batin Michi kagum.
“Ini untuk Yuki. Putri ayah yang secantik salju putih”
“Terima kasih, ayah Michi yang paling tampan.. bagi ibu”
Ayah dan ibu tertawa kecil.
“Ibu, apa kopi buatan ayah special? Choco granule ibu gambar love, sedangkan Michi hanya lingkaran putih di tengah.
“Itu kan salju putih untuk Yuki”, ayah menjelaskan.
“Berginilah, dulu ayahmu menyatakan cinta kepada ibu”, kenang ibu. 
”Judulnya ada cinta di atas cangkir?”, tanya Michi.
“Ya begitulah”, jawab ayah.
Mereka pun nonton anime bersama. Suasana begitu hangat dan damai malam itu. Michi senang duduk di tengah kedua orang tuanya.
Tak terasa, dua jam berlalu. Ibu menguap dan mengantuk.
“Ibu sudah mengantuk, ibu ke toilet dulu.”
Setelah ke toilet, ibu mengambil tiga bantal dan selimut.
“Ayah, Michi, ibu tidur dulu ya”, ibu.
“Yaaa ibu.. Ayah juga mengantuk?”, Michi.
“Belum, ceritanya masih seru”, ayah.
“Asyik. Selamat tidur ibu”, kata Michi.
Ibu pun tidur dahulu di belakang ayah dan Michi. Mereka berdua tertwa dan terharu menikmati anime-nya.
Hampir jam 24:00, ayah sudah tidak bisa menahan kantuk. 
“Yuki, ayah tidur dulu ya. Mata ayah sedah berair. Besok dilanjutkan lagi. Ayo tidur!”
“Ya, ayah tidur saja dulu. Michi belum ngantuk.”
“Jangan larut malam tidurnya!” 
“Oke, ayah”
Michi pun melanjutkan nonton sendiri. Karena bosan, ia online.
Begitu ON, Yusuo menyapa.
Yusuo [ Hallo, adikku yang paling manis, secantik salju putih. Kok belum bobok?]
Michi [Ini baru nonton anime dari kakak]
Yusuo [Sama siapa nontonnya?]
M [Tadi sama ayah dan ibu. Tapi mereka sudah tidur. Aku belum ngantuk. Kakak sedang apa?]
 Y [Sedang santai. Ahir bulan tinggal tunggu gajian. Eh, apa kabar Kevin? Katanya mau nyusul kakak kesini? Terus bagaimanaa kabar Nathan teman ngopimu?]
M [ Kakak hubungi mereka sendiri saja]
Y [Lho kenapa? Ada masalah dengan mereka? Oke deh. Adik kapan liburan ke Jepang? Animenya bagaimana?]
M [Liburan kesana kalau ada teman. OPnya lucu n seruuu coz Michi nonon sama ayah & ibu :D]
Y [Ahh kau membuat iri!!!!!!!!! *pengen*]
M [Makanya kakak yang pulang!! Kakak sedang santai dengan siapa?]
Y [Disini ada 5 temanku. Kenapa?]
M [Aku ingin seperti kakak… ada teman di rumah ]
Y [Oh adik sedang kesepian rupanya. Sudah lebih jam 12PM, tidur sana! Besok kan hari Minggu, ajak teman-temanmu ngumpul di Kafe Purple. Salam untuk semua dari Yusuo]
M [Iya iya. Aku akan tidur di tengah ayah dan ibu. Huuuaaahhhh!!! Selamat malam kakakku yang handsome. Have a sweet dream  Pai pai~]
Y [Haaaa!! Adik membuatku iri lagi  Oke, selamat tidur..]
#Off.

Michi tidur di tengah ayah dan ibunya. Ia merenung sebelum memejamkan kedua matanya.
“Terima kasih Tuhan. Engkau telah memberikan Michi keluarga yang selalu menyayangi Michi. Ku mohon jagalah mereka dimana pun mereka berada. Ternyata kakak masih bisa merasaan apa yang ku rasakan…”
------- 
   Minggu pagi yang cerah. Michi malas untuk bangun tapi aroma sedap masakan ibu memaksanya untuk bangun.
“Pagi-pagi masakan ibu sudah membuaku bersin-bersin”, keluh Michi pindah ke kamar.
Michi disambut kura-kuranya begitu membuka pintu kamar.
“Good morning Kuraka. Masuk rumahmu lagi ya? Umm.. kalian pasti lapar? Ini sarapan kalian”, Michi memindahan Kura-kuranya ke kandang dan memberinya makan.
(Kuraka dan Kuraku, nama kura-kura peliharan Michi)
   Usai merapikan kamar dan mandi, Michi mengirim pesan undangan ngopi bersama di Kafe Purple, kepada Nathan, Kevin, Lenny, Hiroshi dan Cici.
-------
   Nathan sedang melamun sendirian di meja makan. Ayah dan ibunya masih bekerja di luar kota. Ia tersadar dari lamunannya karena kaget mendengar ponselnya bordering keras di samping telinganya. Malas mengangkat kepala.
“Siapa sih, ganggu orang melamun saja!!”
Michi: //Hello teman! Nathan, bisakah? Ngopi bersama di Kafe Purple jam 08:30. Bisa ya? See you  _Michiko_\\
Nathan: //Oke teman, sampai jumpa nanti \\
Penuh semangat Nathan berdiri lalu olah raga ringan mengusir kantuknya sambil mendengarkan lagu-lagu Japan kesukaannya. ((#NP = Led apple - Funky Monkey ))
------- 
   Kevin sedang memandikan sepeda kesayangannya. (Kevin punya motor ninja tapi lebih sayang sepedanya)
“Selesai!! Eh, ada SMS”
Michi: //Hello teman! Kak Kevin, bisakah? Ngopi bersama di Kafe Purple jam 08:30. Bisa ya? See you  _Michiko_\\
Kevin: //Bisa Princess Snow White  See you juga\\
“Yes!! Semoga jadi hari Minggu yang menyenangkan”, harap Kevin. :D
Kevin berpaling dari sepedanya. Baru empat langkah berjalan, ia menoleh ke belakang. Terpaksa ia memandikan motornya sekalian”
------- 
Lenny selesai sarapan bersama kakaknya.
“Lenny aku berangkat dulu ya. Aku suka hari Minggu, saatnya bersantai untuk semua orang! Nanti kalau tidak ada kerjaan, mainlah ke Kafe. Da da..”, Nary pergi.
“Aku salut pada kakak, hari libur pun masih semangat kerja. Seperti ayah dan ibu. Ada apa Michi mengajaku ngopi bersama?”, Lenny membaca SMS dari Michi.
------- 
Pukul 07:30 AM Nathan sibuk memilih baju untuk ngopi bersama Michi. 30 menit berdandan… rapi dan SO COOL :D Nathan ke Kafe Purple 15 menit sebelum jam undangan. Sambil menunggu kedatangan Michi, ia nonton anime dengan I-pad-nya.
-------
Kevin bingung memilih sepeda atau motor unuk pergi ke kafe. (Kebiasaan saat bingung ‘mengelus-elus hidungnya’)
Lenny lewat di depan rumah Kevin dengan mengayuh sepeda.
“Hey Kak! Kak Kevin rapi sekali, mau kemana?”, sapa Lenny.
“Mau ke kafe.”
“Wah kebetulan, Michi mengajakku ngopi bareng. Aku mau ngajak kak Kevin”
“Oh, aku juga diajak Michi. Ya sudah ayo berangkat!”
Mereka pun pergi bersama dengan bersepeda.
-------
Michi tiba di Kafe bersama motor matic-nya.
Masuk kafe, seorang karyawan (wanita) menyapanya. “Selamat pagi, manis”
“Selamat pagi, kak cutie”
Michi melihat Nathan duduk sendiri.
“Aduh, kenapa kau datang lebih dulu dariku? Kanapa hanya air putih? Sudah berapa lama disini?”
Nathan bingung menjawab pertanyaan Michi.
“Belum lama kok. Sudah duduklah. Aku ambilkan kopi ya?”
Nathan memaksa Michi untuk duduk lalu ia mengambilkan kopi untuk Michi.
“Ini lah.. special coffee for my special girl”, ucap Nathan memberikan secangkir kopi untuk Michi.
Tercenga, detak jantung berhenti mendadak lalu berdegup kencang. Michi deg-degan melihat secangkir kopi dengan choco granulate berbentuk love. Pikirannya melayang, perasaan tak karuan teringat memory tadi malam.
Michi ribut pada dirinya sendiri. Batin Michi, “kenapa terjadi padaku? Apa Nathan yang.. Ahh…sudahlah.. Apa yang aku pikirkan?? Ahh..Sadarlah Michi!!”
“Kenapa melamun? Apa ada yang salah?”
“Oh tidak, tidak apa-apa”, Michi salting. “Kenapa gambarnya panah cinta? Cup-nya juga asing..”
“Gambarnya mewakili perasaanku kepadamu..”, ucap Nathan kelu di hadapan Michi.
Michi melayang mendengar ungkapan perasaan Nathan. Suasanya menjadi kaku. 
Kevin dan Lenny datang.
“Hey Michi! Maaf ya terlambat”, sapa Lenny.
“Tidak terlamba kok. Silahkan duduk! Aku ke toilet sebentar.”
Michi ngacir ke toilet untuk cuci tangan dan cuci muka.
“Oh My God! Apa aku mimpi?? Michi bangun!!!! Bangun!!!”
Michi mengusap matanya dan mencubit-cubit pipinya.
“Michi bisa menyentuh air dan ini bukan mimpi ya (?)”
Michi kembali.
“Kak Kevin dan Lenny mau pesan apa?”
“Aku pesan sendiri saja. Kita mau kumpul dimana?”, tanya Kevin.
“Di depan yang meja panjang.  Masih dua teman yang belum datang.”
Kevin dan Lenny memesan kopi. Michi mengajak Nathan pindah tempat duduk. Kevin meperhatikan mereka.
Nathan merapikan rambut Michi dengan sisirnya.
“Nah, kalau rapi kan lebih cantik. Dan mata indahmu bisa melihatku. Haha..”
“Sial! Harusnya aku datang lebih awal biar bisa lebih dekat dengan Michi.. Nathan sok perhatian lagi!!”, gumam Kevin cemburu.
   Cici dan Hiroshi baru datang.
“Hai Michi, maaf terlambat 24 menit. Sory ya?”, Hiro.
“Bukan acara resmi. Tidak apa-apa. Silahkan duduk.”
Kevin dan Lenny kembali membawa kopi panas.
“Nah, sudah kumpul semua. Silahkan duduk. Nathan, perkenalkan, ini Cici teman sekelas Hiro. Adik kelas kak Kevin juga dulu”, Michi memperkenalkan Cici kepada Nahan.
“Iya adik kelas yang selalu aku jumpai mojok di kantin ngemil sambil baca buku-buku tebal”, ujar Kevin.
“Ha Kak Kevin.. Hay Nathan salam kenal, Michi sudah menceritakan tentangmu”, Cici.  
“Hay Cici. Yah cerita apa?”, Nathan.
“Ada deh.. Ternyata kau memang tampan”
“Hei sudahlah.. Woah, sudah punya kopi semua. Cici mau pesan apa?”, tanya Hiro.
“Pizza! Eh, bukan ya? Sama denganmu saja”
“Oke, tunggu sebentar”
Hiro memesan kopi.
Ponsel Michi bordering alarm.
[[HAPPY BIRTHDAY Hiroshi ]] “Oh, hari ini ultah Hiro?”, Michi.
“Jadi kau baru tahu? Ku kira kau mengajak kita kumpul untuk party”, Cici.
“Lalu apa yang akan kita lakukan?”, tanya Lenny.
“Aku bawa Brownies kesukaan Hiro, tapi belum dihias”, Cici.
“Ya sudah, kalian bertiga siapkan kuenya. Kita alihkan perhatian Hiro sementara. Apa ada teman lain yang diundang?”, Kevin.
“Aku sudah mengundang teman sekelas. Mereka akan berumpul di belakang kafe”, Cici.
Hiroshi kembali. “Ini kopinya..”
Ponsel Michi berdering.  “Guys, enjoy ya.. Aku angkat telphon dulu.”
Lenny beralasan menemui kakaknya dan Cici pergi ke dapur untuk memotong kue yang ia bawa.
Michi, Lenny dan Cici menyiapkan kuenya untuk Hiro di dapur. Teman-teman Hiro sudah berkumpul di belakang dapur. 
Kue siap! Michi keluar sebentar untuk menelphon ibunya.
Michi: Maaf bu, tadi Michi sedang penting. Ada apa?
Ibu: Pulanglah sebelum jam satu. Ayah mau mengajak kita ke rumah temannya.
Michi: Baik ibu. Sampai jumpa nanti!
   Semua sudah siap. Kafe telah di tutup untuk merayakan ultah Hiro.
Nathan dan Kevin berdiri begitu Cici membawa kue di belakang Hiro. Bernyanyi bersama!
“Happy birthday to you… Happy birthday to you…”
Hiroshi sangat terkejut. Bahagia tiada tara karena semua teman dekatnya berkumpul.
“Terima kasih banyak teman-teman.. Aku baru berencana mengundang kalian semua ke rumah..”, ungkap Hiroshi dengan mata yang berkaca-kaca.
“Ke rumahnya pesta ke dua!”, celoteh Cici.
“Ahh.. oke deh..”
Bersama semua teman dan karyawan kafe, Hiroshi merayakan ultahnya ke-18. Sangat menyenangkan dan semua menikmatinya. 
Hiroshi mendekati Michi, Lenny dan Cici. “Terima kasih ya atas semuanya.”
“Tidak perlu terima kasih. Justru kami yang arigato gozaimasu atas makan-makannya”, Cici.
“Yahh makan saja yang kau pikirkan!”, Lenny.
   Acara selesai. Michi terburu-buru meninggalkan kafe. Nathan mengiutinya keluar.
“Michi, kenapa terburu-buru?”
“Ayah menyuruhku pulang sebelum jam satu. 22 menit lagi. Aku duluan ya.”
Nathan melihat Michi keluar dari area parkir. Nathan pun mengikuti Michi pulang. 
Beberapa meter dari kafe, Nathan melihat Michi duduk di bengkel motor. 
“Michi, kenapa dengan motormu?”
“Bannya bocor. Ayah sudah SMS lagi”
“Ya sudah, pakai motorku dulu saja. Ayah menunggumu kan? Besok kita tukaran di kafe”
Terpaksa Michi menerima pinjaman motor Nathan.
“Maaf merepotkan. Makasih ya Nathan. See you besok!”
Lagi-lagi Nathan melihat Michi pergi.
“Yah, mendung. Masih lama ya pak?”
Nathan sabar menunggu motor Michi ditambal.
-------
   Michi pergi ke rumah teman ayah. Gerimis membasahi mobil mereka. Michi mengkhawatirkan Nathan.
“Hujannya semakin deras, bagaimana dengan Nathan? Ya Tuhan, semoga Nathan tidak kehujanan”
   Tiba di rumah teman ayah, hujan semakin deras dengan gemuruhnya.
“Ya Ampun, kehujanan ya. Mari masuk!”, sambut istri teman ayah.
“Edi, ini Yuki adiknya Yusuo”, kata ayah memperkenalkan Michi.
“Putrimu cantik sekali. Perkenalkan, om Edison “anaknya Edi” teman terdekat ayahmu waktu di Jepang. Dan ini istri om, tane Lyn”
Tante Lyn datang membawa minum.
“Silahkan diminum…”
“Rumahnya bagus sekali. Sepertinya om Edi dan tante Lyn suka keliling dunia. Baru ruang tamu saja sudah banyak benda unik, bagaimana di dalam sana?”, batin Michi kagum menyebarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
   Orang tua ketemu orang tua, ngobrol kesana-kemari. Michi dianggurkan, jadi dia main game di ponselnya.
Beberapa jam kemudian… Selesai makan bersama, ibu pamit pulang.
“Terima kasih ya Lyn, kami jadi merepotkan. Anakmu benar-benar tidak mau turun?”, tanya ibu.
“Sayang sekali padahal Yuki ingin bertemu dengannya”, singgung ayah.
“Ayah??!”, Michi.
   Ibu terheran melihat motor di belakang mobil ayah.
“Michi, ini seperti motormu”, ibu.
Seketika itu, Michi ingin bertemu anak tante Lyn. Tante pun mengantar Michi ke kamar anaknya.
“Nathan, ada yang ingin bertemu”, ucap ibu di daun pintu kamar.
“Mamah tanyakan padanya ada perlu apa? Aku pusing”, suara Nathan lemas berselimut rapat di atas tempat tidur.
“Nathan, ini aku Michi..”
Nathan terperanjat dari tempat tidur begitu mendengar suara pelan Michi.
“Eh, ada Michi..”
“Maaf ya gara-gara aku kau kehujanan dan ..”
“Tidak apa-apa Michi”
“Tante, saya minta maaf. Tadi motor Nathan..”
“Sudah Michi, tidak perlu minta maaf..”, Nathan memotong.
Michi dipanggil oleh ayahnya. “Michi!!”
Michi pun pamit pulang dan membungkukkan bahunya dengan rasa bersalah.
Michi pulang.
Nathan menjelaskan kejadiannya kepada mama perihal tukaran motor.
“.. Jadi begitu mah. Besok ditukar ke kafe”
“Baguslah kalau kalian sudah saling akrap”, ujar mama dengan senyum tipis.
Nathan menyimpan tanda tanya di kepalanya “(???????)”
-------
   Malam, Michi memaksa ibu mengantarnya ke Toko Kado.
“Ayolah ibu, antar Michi sebentar.”
“Kamu disuruh belajar menyetir tidak mau.”
Terdengar suara Kevin memanggil Michi.
“Selamat malam bibi. Hey Michi”, salam Kevin.
“Ada apa kak Kevin malam-malam kemari?”, Michi.
“Ibu yang menyuruhnya untuk mengantarmu. Kevin, ini kunci mobilnya. Harus pulang sebelum jam sepuluh. Dua jam lagi”
“Ahh tidak mau!”, Michi menolak.
“Ah ayolah!!”, Kevin mengajak paksa Michi.
   Tiba di Toko Kado, Michi tampak bete dan Kevin pun berusaha membuatnya tersenyum dengan leluconnya. Berhasil! 
“Nah begitu dong! Jangan cemberut. Ayo mau kado apa untuk Hiro?”, Kevin.
“Umm.. dia suka koleksi jam tangan, tidak suka yang mahal asalkan yang unik.”
Usai memilih kado untuk Hiro, Kevin membelikan boneka “Rilakkuma” besar untuk Michi. 
“Haa kenapa memberiku ini kak?”
“Sudah bawalah, ini kenang-kenangan karena Michi adalah sahabat terbaikku”, Kevin.
“Thank you kakak”, ucap Michi tersenyum manis kepada Kevin.
“Sudah kan? Ayo pulang”
Mereka pun segera pulang. Di mobil, sebelum Kevin menyalakan mesin, ia terdiam sejenak dan berbicara kepada Michi.
“Sebelum pulang aku ingin bicara sebentar denganmu Michi”
“Apa?”, tanya Michi menoleh ke arah Kevin sambil memeluk erat bonekanya.
Mata Kevin begitu bening dan berkaca-kaca menatap mata Michi, Michi tak kuasa membalas tatapannya. Ia berpaling.
Kevin menghadap ke arah depan.
“Michi, aku tahu kau tak akan pernah membalas perasaanku padamu tapi aku berterima kasih dan aku sangat bahagia punya teman baik dan terbaik sepertimu. Ayah dan ibumu pun juga terlalu baik padaku. Terima kasih banyak kau telah menjadi teman baikku”
Michi tersentuh mendengar ungkapan Kevin.
“Haha.. gara-gara aku kau pernah dibenci Lenny waktu itu”, kenang Kevin tertawa Kecil.
Kevin menghela nafas panjang. 
“Aku diterima di universitas kak Yusuo. Bagaikan mimpi kejatuhan bulan bisa sekolah ke Jepang. Ku harap walau kita jauh, kita tetap menjadi teman dekat..”
Michi melihat wajah Kevin dari samping, air mata menetesi pipinya. Kevin terlihat berat berpisah dengan Michi namun ia berusaha kuat.
“Aku anak tunggal yang biasa hidup sendiri di rumah kontrakan. Nathan adalah sahabatku yang sama denganku anak tunggal, tapi dia bisa bertemu orang tuanya kapan pun walau sering di tinggal ke luar kota atau luar negri. Aku akan tinggal di Jepang dan entah bagaimana kehidupan baruku nanti.”
“Pasti menyenangkan! Ganbatte kak Kevin!! Fighting!!”, ucap Michi menyemangati.
Michi menganbil tissu dan mengusap air mata Kevin.
“Arigatou gozaimasu Michi..”
Saling bertukar senyum.
------- 
   Di kamar, Michi tidak bisa tidur memiirkan Nathan dan Kevin. Ia berbaring ditemani boneka barunya.
“Kenapa jadi begini? Kasihan Nathan sakit gara-gara aku.. Ternyata kak Kevin selalu kesepian. Kasihan, dia tidak punya siapa-siapa di rumah..” 
#online.
Michi menceritakan harinya kepada Yusuo. Dari ngopi bersama, acara pesta dadakan untuk Hiroshi, tukaran motor dan mengabari bahwa Kevin akan segera ke Jepang.
Michi [.. Pokoknya kakak harus jadi kakak yang baik untuk kak Kevin. Terus kakak harus memperhatikan kak Kevin kapan pun dan dimana pun!!]
Yusuo [Iya, kakak mengerti! Kevin sudah curhat kepadaku. Kakak sudah siapkan lemari dan tempat tidur untuknya. Kevin sekamar denganku. Poor him, kau menolak cintanya kan? Huhuhu]
M [Kak Kevin cerita apa tentang Michi?]
Y [Ada deh.. Katannya capek, sudah tidur sana adik! Princess Yuki]
#Off.
“Yang memanggilku Princess Yuki kan hanya Nathan? Kok kakak?..”, Michi berpikir.
------- 
   Pagi, Nathan bangun dengan semangat! Walau badannya terasa lemas ia tetap akan ke kampus.
“Selamat pagi papa dan mama”, Nathan menyapa kedua orang tuanya di meja makan.
“Nathan, badanmu masih panas. Tidak usah berangkat dulu”, ibu cemas.
“Motor Michi harus kembali. Ada tugas yang harus selesai hari ini. Da da mamah”, Nathan pamit pergi.
Mama melihat Nathan meninggalkan rumah bersama motor Michi.
   Tiba di kampus Nathan berlari ke kelas untuk menyelesaikan tugasnya.
------- 
Jam 4 sore, Michi menunggu Nathan di Kafe Purple. Sejak pagi dia meninggalkan motor Nathan disana. Ia berangkat dan pulang sekolah naik bus. 
“Michi, tumben hari Senin kesini. Ada janji dengan siapa?”, sapa Nary.
“Menunggu Nathan. Motorku dibawa dia karna kemarin bocor. Aku tidak les Bahasa karena tidak mungkin aku ke tempat les naik bus”, Michi sabar menunggu Nathan.
“Kamu ini sudah sekolah sampai sore pun masih les sampai malam. Apa tidak capek?”, Nary.
“Kalau capek aku langsung pulang, kak”
------- 
   Nathan baru keluar dari kelas. Ia berlari ke tempat parkir motor. Langkahnya terhenti mendadak, berjarak 3 meter dari tempat ia memarkirkan motornya. Nafasnya berhenti dan matanya terpaku melihat motor Michi yang berantakan dan tek berbentuk lagi alias rusak parah seperti terlindas truk.
“Apa yang  terjadi?? Kenapa begini?? Siapa ???”, Nathan gemetaran dan seketika itu ia ingin menangis dan marah.
Ia duduk dan kebingungan berat!!
Tiba-tiba Michi datang bersama Kevin mencari Nathan.
“Nathan, ini kan motor Michi? Apa yang terjadi?”, Kevin.
Michi shock melihat motor teman sehari-harinya rusak tak berbentuk lagi.
Nathan menarik pergelangan tangan Michi. “Michi aku bisa jelaskan.. Aku tida tahu apa-apa.. aku akan tanggung jawab.. aku..”
Michi berusaha santai menanggapinya.
“Ini kontakmu. Motornya aku tinggal di kafe. Ambil sendiri ya?”, kata Michi menyerahan kunci motor Nathan lalu pergi berlalau tanpa menyinggung motor Michi yang hacur. Kevin mengikuti Michi dan mengantarnya sampai rumah.
“Michi, kau tida apa-apa?”, Kevin khawatir.
“.. Aku curiga dengan Lea. Tadi dia puas menertawakanku. Ahh~ kenapa aku jadi buruk sangka.. Kak, bilang pada Nathan tida usah memikirkan motornya. Suruh dia istirahat, tadi tangannya panas. Gara-gara aku dia sakit”
-------
Hingga matahari  tenggelam dan hari telah gelap, Nathan masih duduk lemas di tempat kejadian. Kevin mencarinya ke rumah, bengkel dan kafe. Kevin pun mencari Nathan ke kampus.
“Nathan?? Kenapa masih disini? Ayo pulang!”, ajak Kevin menarik tangan Nathan. 
“Ya Tuhan, badanmu  panas sekali”, kevin melepas jaketnya untuk Nathan.
Nathan tidak bertenaga untuk berjalan, Kevin menuntunnya. Begitu tiba di tepi jalan, Nathan pingsan.
“Nathan..Nathan bangun.. Aduh kenapa pingsan disini? Nathan?”
Kevin mengantar Nathan pulang dengan naik taksi. Rumah Nathan tak ada orang dan orang tuanya tidak bisa dihubungi, ia pun membawa Nathan ke rumah. Kevin terharu melihat Nathan yang terbaring tak sadarkan diri.
“Kasihan juga kau Nathan. Saat sakit begini ada saja yang membuat masalah kepadamu, bahkan orang tuamu tak bisa dihubungi. Huft, bagaimana cara aku menolongmu?”, Kevin mengompres Nathan dengan air.
------- 
Sejak kejadian itu, hubungan Nathan dan Michi merenggang dan saling sungkan bila tak sengaja bertemu. Tak ingin bertemu walau sebenarnya saling rindu. Kevin sendiri sibuk persiapan berangkat ke Jepang.
------- 
Pertemuan yang direncanakan oleh kevin dan Hiroshi. Setelah kelulusan sekolah, Hiro akan pulang ke Jepang dan berangkat bersama Kevin.
     Di bandara, Kevin ditemani Nathan dan Lenny menemui Hiroshi bersama Cici. 
Michi datang saat Kevin dan Hiro hampir pergi.
Michi berlari mencari Kevin begitu turun dari taksi. Nafasnya tak beraturan lelah berlari.
“Untung belum berangkat. Ini titipan dari ayah ibu untuk bekal kak Kevin dan Hiro. Dan ini untuk kak Yusuo.”
“Hahaha wajahmu lucu sekali Princess Snow White”
“Ahh kak Kevin. Ini!”
Hiroshi mendekat. Michi tersenyum senang melihat Hiro mengenakan jam tangan darinya.
Hiro memberikan sesuatu untuk Michi.
“Ini untukmu Michi. Arigatou gozaimasu..kau adalah teman baik yang pernah aku miliki. Semoga kita bertemu di Japan”
“Arigatou Hiroshi. Huhu aku benci perpisahan!”, Michi sedih.
Nathan dan Lenny datang membawa makanan pesanan Kevin.
Nathan dan Michi sama-sama terkejut.
“Hey Princess Yuki, apa kabar?”, sapa Nathan kaku seakan bertahun-tahun tak bertemu.
Michi bersikap santai. “Baik, kau sendiri apa kabar?”
“Baik..”
“Nah, Nathan, aku titip Michi ya? Semuanya sudah berlalu. Sering-seringlah ngopi bersama di Kafe Purple”, Kevin.
“Kak Kevin promosi. Arigatou gozaimasu! Haha”, Lenny.
“Haha.. Umm.. kita berenam adalah Amigos X Siempre. Suatu saat kita pasti berkumpul lagi. Love in The Cup yang telah menyatukan kita. Oh ya, ada kenang-kenagan di kafe. Lihatlah disana. Michi, salam untuk paman dan bibi. Kuraku dan Kuraka juga”, Kevin salam perpisahan.
Saling berjabat tangan dan berdekapan. Kevin dan Hiroshi pun menaiki pesawat dan terbang ke Jepang.
“Good bye Indonesia! Japan, kami datang!!”, Kevin dan Hiroshi semangat.
-------
Nathan mengajak Michi dan Lenny ke kafe untuk melihat tinggalan Kevin. 
Ternyata 6 cup (cangkir) dengan foto Nathan, Kevin, Hiroshi, Michi, Cici dan Lenny bersama-sama.
Nathan dan Michi ngopi berdua, Lenny bersantai di ruangan kakaknya.
Mereka ngobrol hangat sehangat kopinya dan akrap lagi seperti yang dulu. Nathan mengungkapkan perasaannya lagi dan Michi menerima cinta Nathan. Tepuk tangan meriah dari Lenny, Nary dan para karyawan kafe untuk Nathan Love Michi. Semua tersenyum memberikan ucapan selamat kepada Nathan dan Michi.
------- 
Nathan telah merubah surat kepemilian motornya atas nama Michi.
“Motor ini bukan pengganti motormu tapi ini sebagai tanggung jawabku atas peristiwa itu. Kevin sudah memastikan Lea tidak akan lagi mengganggumu. Jika dia melakukannya, aku dan Kevin siap menuntutnya ke pengadilan. Aku sudah berjanji kepada kak Yusuo dan Kevin untuk menjagamu dan melindungimu. Karena itu, kau jangan menghindariku lagi. I love you.. Yuki Michiko…”
------- 
Setahun kemudian…
   Michi merayakan kelulusannya bersama ayah, ibu dan Nathan ke Jepang. Ngopi bersama-sama di kafe favorit Yusuo. 
Mereka berlibur ke tempat-tempat wisata di negri sakura, Japan. Tepatnya di kota Hokkaido. Dinginnya salju yang turun justru membuat mereka semangat menelusuri keramaian kota wisata. Michi bagaian Princess Yuki di hamparan putihnya salju yang indah. So beautiful!! (Karena Michi memang gadis yang cantik dan putih.)
Michi, Yusuo, ayah, ibu, Nathan dan Hiroshi berteduh di kafe kecil dengan menikmati secangkir kopi cinta.

Sekian!